Rabu, 16 Mei 2018

RUMAH HOS TJOKROAMINOTO PENELEH 


Surabaya, 8 April 2018. Saya dan teman- teman mengunjungi Rumah HOS Tjokroaminoto peneleh.
 Tjokroaminoto adalah guru dari sejumlah tokoh besar yang mewarnai masa-masa awal perjuangan kemerdekaan, seperti Soekarno alias Bung Karno, Tan Malaka, Semaun, Alimin, Muso, dan Kartosuwiryo. Tjokroaminoto mendirikan organisasi pertama di Indonesia, yakni Sarekat Islam.

Kampung Peneleh berada di sisi timur Jalan Bubutan. Keduanya terpisah sungai Kalimas yang menjulur dari Pelabuhan Tanjung Perak dan membelah kota. Konon, sebagaimana titik lain di sepanjang bantaran Kalimas, Peneleh dahulunya sibuk dengan aktivitas perdagangan.
Rumah tersebut berada di sebuah kampung yaitu kampung Peneleh. Peneleh sendiri termasuk salah satu kampung kuno yang ada di Surabaya. Dikampung ini banyak sekali menorehkan beragam sejarah yang terekam pada artefak -artefak yang masih bisa dilihat hingga sekarang, mulai dari makam, masjid, pasar, perkampungan, hingga rumah - rumah yang bersejarah. 

Dikampung ini terdapat sebuah peninggalan lama yang masih bisa dijumpai di Peneleh Gang VII. Sebuah rumah kuno yang bernomor 29-31. Rumah tersebut ditinggali oleh HOS Tjokroaminoto. Tjokroaminoto adalah salah satu penggerak Sjarekat Islam (SI), memimpin menggantikan pendirinya Samanhudi di Solo 1905.ejak saat itu SI berkantor di Surabaya. Di rumah ini. di gang sempit yang dipisahkan kalimas dari kota. Pada tahun 1913 menjadikan SI organisasi massa terbesar. Catatan sejarah menyebutkan SI beranggotakan satu juta orang dari penjuru negeri. Semuanya digarap dari sebuah rumah yang seukuran tipe 36.
Rumah tersebut masih dipertahankan seperti pertama kali rumah tersebut berdiri, rumah tersebut terdiri dari 2 lantai dan berukuran 11 x 8 meter.

Rumah HOS Tjkroaminoto
Rumah ini punya ruang depan yang luas, gang yang lebar serta dua kamar berpintu. Bagian belakangnya juga lumayan luas karena tanpa sekat. Kamar mandinya berada di pojok dan udah direnovasi menjadi lebih modern untuk kebutuhan air yang memadai. Sepenjuru dinding rumah banyak dipajang pigura berisikan informasi sejarah
 Dirumah ini banyak toko pendiri Republik Indonesia, di antara Ir Soekarno, SM Kartusowiryo dan lainnya. HOS Tjokroaminoto adalah tokoh pergerakan nasional , pendiri Sarekat Islam yang terkenal dan masih terkenal dan masih terbilang cucu pengampu Pesantren Tegalsari Ponorogo tersebut.

Peninggalan pada masa Belanda adalah makam Belanda Peneleh yang berdiri pada tahun 1814 M, yang dianggap pemakaman modern tertua didunia. Peninggalan ini bisa dilihat hingga sekarang yang ada dikampung Peneleh.Namun jika ingin datang untuk melihat makan tersebut tidak bisa langsung masuk jika bukan warga sekitar. Kalian harus ijin kepada penjaga makam tersebut jika ingin melihat peninggalan makam - makam Belanda tersebut. Tapi makam tersebut sudah tidak terawat hal ini dikarenakan banyaknya makam yang dirusak dan diambil harta bendanya hal ini menimbulkan rusaknya makam yang ada. Oleh warga kampung sekitar pun makam ini di ratakan karena kepentingan warga, mereka membuat lapangan sepak bola

Selain makam Belanda, di kampung Peneleh juga terdapat makam - makam lama yang dikeramtkan warga. Makam ini diduga berasal dari masa ketika Islam pertama masuk ke jawa, sebelum belanda datang ke Indonesia. makam ini berada di depan -depan rumah warga. jika kita masuk lebih dalam ke kampung akan banyak ekali makam - makam yang bisa kita temukan. namun mereka sangat nyaman dengan adanya makam tersebut karena sudah budaya dari kampung peneleh tersendiri. warga sendiri jika akan lewat harus permisi hal ini bertujuan menghormati makam tersebut. makam tersebut sebenarnya bukan milik dari keluarga namun sudah menjadi peninggalan jaman dahulu. sehingga mereka terus merawat hingga sekarang. namun bagi hal luar pasti sangat asing dengan adanya mamakm didepan rumah atau makam ditengah jalan perkampungan

 di Kampung Peneleh, kita akan menemukan beberapa makam leluhur yang berada di tengah perkampungan. Warga pendahulu menguburkan jenazah para kerabat mereka tidak jauh dari rumah. Tujuannya, selalu dekat dengan yang sudah tiada, serta mudah untuk berziarah. Salah satunya, kami menemukan situs makam Nyai Rokaya Cempo, yang masih kerabat dengan Sunan Ampel.


Dikampung Peneleh terdapat sebuah masjid yang dibangun oleh Sunan Ampel pada tahun 1421,yang disebut-sebut sebagai masjid tertua di Surabaya . Dulunya hanya berupa langgar kecil tetapi dipugar menjadi masjid. Warga menyebut masjid tersebut dengan nama Masjid Kapal karena ornamen dalamnya seperti di dalam Kapal. Warga menyebutkan sebagai masjid jami di Peneleh.Uniknya, sampai kini masjid tersebut masih menggunakan jam istiwa untuk pedoman melihat waktu salat, jam istiwa adalah penunjuk waktu berdasarkan arah condong matahari.



Pertama kita datang kita akan melewati sebuah teras yang tak cukup lebar. Kita dihadapkan dengan pintu yang berwarna antara hijau dan kuning. Jedelannya pun berwarna sama dengan warna pintunya. Setelah itu kita langsung melihat ruang tamu yang sangat sederhana. Dinding - dinding rumah itu kita bisa melihat foto - foto Tjokroaminoto semasa ia hidup.


Setelah dari ruang tamu, kita bisa melihat langsung dengan pintu yang menghubungkan ke ruang kedua. Di ruang kedua akan menemukan beberapa kamar. Disalah satu kamar tersebut, terdapat sebuah meja rias kuno yang terbuat dari kayu.


Setelah itu berjalan hingga ke belakang rumah, dibelakang rumah kita bisa mendapati sebuah tangga. tangga tersebut akan membawa ke loteng. Nah diloteng inilah Soekarno dulu sempat mengekos. Rumah ini juga ditinggal oleh HOS Tjokroaminoto itu sendiri.

Ruangan yang dipakai Soekarno untuk kost

Disekitar rumah HOS Tjokroaminoto sendiri sangat masih terawat. Rumah - rumah penduduk nya juga masih kental akan budaya. Mereka menjunjung tinggi kebudayaan yang ada hal ini bisa dilihat dari adanya makan didepan rumah mereka. Mereka juga menganggap hal tersebut adalah budaya yang harus dipertahankan agar anak cucu mereka bisa melihat budaya tersebut. Mereka juga sangat menghargai satu sama lain walaupun mereka berasal dari tempat yang berbeda. Sudah jarang orang yang mau terus menjaga dan melestarikan kebudayaan, dengan adanya kampung peneleh bisa dijadikan contoh bahwa dengan menjaga dan merawat cagar budaya. 

Banyak kelebihan yang kita bisa ambil saat kita berkunjung di kampung Peneleh, yaitu adalah keramahan para penduduknya. Mereka sangat menyambut baik pengunjung yang datang untuk melihat dan menilik sejarah yang ada. Hal ini juga sangat membuat pengunjung nyaman mereka juga mau memberikan informasi yang ada dikampung Peneleh. Namun disetiap kelebihan pasti ada kekurangan, kekurangannya kampung tersebut agak sedikit kumuh. Rumah - rumah warganya tidak beraturan apalagi jika kita berjalan hingga masuk ke dalam kampung. Memang kondisi perekonomian mereka tidak begitu baik bisa dilihat langsung saat kita berkunjung kesana.

Banyak hal bisa kita dapat dari Kampung Peneleh disana, beberapa cagar budaya pun masih digunakan contohnya masjid tertua dia kampung tersebut masih digunakan hingga sekarang. Dengan adanya cagar budaya warga bisa mendapatkan penghasilan dengan berjualan dikampung tersebut. Menjadi pemandu dikampung juga menjadi salah satu perkerjaan mereka dengan adanya cagar budaya tersebut. Selain melestarikan mereka juga bisa mendapatkan penghasilan. Cagar budaya tersebut juga dikelola oleh pemerintah Surabaya.

Yang bisa kita dapat jika kita berkunjung ke Kampung Peneleh budaya adalah cara kita sebagai pewaris budaya yaitu dengan mencintai dan mau turut serta dalam menajga budaya yang kita miliki. Dari kampung Peneleh kita belajar kita harus mau untuk menjaga budaya yang ada sebaik mungkin, agar anak cucu kita kelas bisa melihat dan mengetahui sejarah yang ada. Dengan adanya cagar budaya membuat kita tau bahwa Indonesia adalah salah satu tempat yang sangat kaya akan budaya. Dengan begitu kita generasi muda juga harus mau turut serta menjaganya. Tidak perlu dengan hal yang besar lakukan dengan hal kecil dengan tidak merusak cagar budaya yang ada di tempat kalian. Mulailah dengan hal kecil lalu agar kalian terbiasa untuk melakukannya.

Menurut saya Kampung Peneleh sendiri sudah baik, namum penemerintah kurang campur tangan dengan kondisi kampungnya. Masih ada beberapa rumah - rumah kuno yang sebenarnya jika di renovasi bisa menjadikan suatu daya tarik tersendiri. Tetapi bukannya rumah tersebut baik namun malah kondisinya sangat memprihantikan banyak rumah peninggalan jaman dahulu yang rusak, tidak terawat dan sangat kumuh. Hal tesebut juga bisa mengurangi keindahan yang dimiliki kampung tersebut. harus banyak pemugaran dibeberapa tempat dikampung. Makam - makam belanda yang penuh dengan cerita rusak begitu saya, tidak ada upaya yang baik untuk menjaga dan merawatnya.
Kampung Peneleh sendiri sangat bisa dijadikan salah satu objek wisata nantinya, dengan segala cerita yang didalamnya membuat kampung tersebut memiliki keunikan tersendiri. banyak hal yang bisa diambil dari cerita dikampung tersebt. perjungangan para pendiri tokoh indonesia pun turut menorehkan cerita dikampung tersebut. gerenarsi muda juga haru peduli terhadapat setiap cagar budaya yang ada

Indonesia sendiri punya banyak keberagaman namun sayang tidak sedikit yang bukannya menjaga namun merusak. Kita harus terus mengedukasi bahwa penting suatu budaya. Pentingnya menjaga tradisi dan kebudayaan. Indonesia sendiri merupakan salah satu cerminan dengan banyaknya kebudayaan, namun apa yang terjadi bila budaya sendiri tidak dijaga dan malah dirusak oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah harus bersikap tegas untuk mejaga dan melindungi.Negeri ini kaya akan budaya, kaya akan sejarah dan kaya akan cerita-cerita yang jarang sekali orang ketahui. warisan leluhur yang patut dijaga serta dilestarikan.