LEISURE AND THE WIDER CONSUMER SOCIETY
• Konsep
utama yang dibahas dalam bab ini adalah:
1. Kesamaan
dengan negara lain sebagai sebab akibat dari perubahan politik, ekonomi, sosial
dan teknologi
2. tren yang
berkelanjutan menuju konsentrasi kepemilikan dan transnasional
3. Kesamaan
tren dalam kaitannya dengan perilaku konsumen produk dan jasa rekreasi dengan
orangorang di industri lain.
Bab ini mempertimbangkan hubungan antara tren di waktu luang di
dalam industri yang berbeda, ada dua judul utama yaitu :
1.
Dampak
perubahan politik, ekonomi, sosial dan teknologi
2.
Struktur
industri, termasuk konsentrasi kepemilikan dan pertumbuhanperusahaan
transnasional.
Sementara dapat ditarik
kesmpulan perbandingan antara berbagai industri dan rekreasi, kesamaan terbesar
dengan banyaknya industri jasa lainnya khususnya :
•
perdagangan
makanan
•
layanan
keungan
•
media(pers,radio,
dan televisi)
•
pendidikan
Perubahan teknologi juga
mengubah industri lain dengan cara mengubah waktu luang. televisi interaktif
dan sistem multimedia yang mengarah pada munculnya teleshopping (TV shopping).
Kecenderungan konsentrasi kepemilikan terlihat di sebagian besar industri melalui
globalisasi. Banyak sektor, pemasok independen kecil sedang diperas oleh
pertumbuhan para pemain besar ini dengan kekuatan besar mereka di pasar.
MARKET
Pengaruh utama pada perilaku wisatawan adalah wisatawan merasakan berbagai manfaat dari menggunakan brosur pariwisata dan majalah rekreasi (termasuk majalah online), dan terdapat perubahan nyata pada kebiasaan perencanaan wisata mereka, karena banyak ruang untuk perbaikan maka mempengaruhi mereka dalam pengambilan keputusan.
Leisure travel
magazines mungkin tidak selalu menjadi
sumber nasihat terbaik bagi wisatawan yang ingin mengambil jenis liburan
tertentu atau bepergian ke tujuan tertentu, ka-rena tulisan-tulisan yang ada
banyak berdasarkan pengalaman dan keadaan “saat itu” oleh travel writer.
• Proses globalisasi dalam hal
permintaan, pasokan dan lingkungan bisnis
• Globalisasi
sebagai peluang dan ancaman bagi Eropa organisasi.
Tiga aspek
globalisasi yang saling terkait, yaitu:
1.
perilaku
konsumen - sisi permintaan
2. struktur industri - sisi
penawaran
3.
lingkungan
bisnis - konteks untuk hubungan antara permintaan dan sisi penawaran.
• Beberapa
kekuatan yang harus di kenali dalam lingkungan bisnis yang sedang menjadi
trending langkah menuju peningkatan globalisasi baik dari segi makro dan
lingkungan mikro :
• Perkembangan teknologi
seperti Global Distribution Systems yang memungkinkan perusahaanuntuk
beroperasi secara global.
• Perubahan
politik di sejumlah wilayah di dunia seperti Afrika Selatan, Afrika Selatan
Timur
Tengah, Eropa Timur, Amerika Utara dan Meksiko (dengan perjanjian perdagangan
antara Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko).
• Traktat
perdagangan seperti Perjanjian GATT secara perlahan menciptakan ‘level playing lapangan 'dalam skala global
tempat perusahaan dari belahan dunia lain dapat bersaing dengan perusahaan
lokal dengan ketentuan yang sama.
• Perkembangan
ekonomi di berbagai negara luar yang disebut ‘dunia maju’ sedang berlangsungdengan kecepatan tinggi.
• Media juga
menjadi lebih global dan pada gilirannya mengarah ke beberapa
faktor sosial dan budaya
dalam lingkungan bisnis. Demikian juga globalisasi media juga telah membantu
menciptakan beberapa fenomena globalisasi sosial seperti budaya remaja
internasional.
LOCAL
CASE STUDY
2. Fix Cost
FINANCE
• Cost Analysis
1. Investasi berupa
- sound system seharga satu juta keatas
2. Fix Cost
- 250.000/pertemuan. Satu kali pertemuan setiap satu minggu = Rp
1.000.000/bulan
3. Variable Cost
- tidak ada
4. Revenue
- Rp 1.000.000/bulan
ADMINISTRATION SYSTEM
• Manual
• Proses dilakukan dengan
media pembukuan berupa pengisian form yang dilakukan secara manual.
Tidak
terdapat back system.
SALES and MARKETING
•
Target Market
• Wanita dan pria, semua umur.
Terutama ibu-ibu rumah tangga yang punya waktu luang untuk berolahraga berupa
line dance ini sendiri.
• How they approach their
customer
• Mouth to mouth
• Marketing and Sales Strategy
• Mouth to mouth, lewat chat
SALES and MARKETING
• Target Market
Wanita dan pria, semua umur.
Terutama ibu-ibu rumah tangga yang punya waktu luang untuk berolahraga berupa
line dance ini sendiri.
• How they approach their
customer
Mouth to
mouth
• Marketing and Sales Strategy
Mouth to mouth, lewat chat
-
Harus lulus
sekolah khusus dan memiliki sertifikat sebagai instruktur line dance yang
diterbitkan oleh lembaga/sekolah dance (disini narasumber mengambil contoh dari
Universal Line Dance Jakarta).
-
Tidak ada
wawancara/interview
-
Pelatihan/training
selama 6 bulan
-
Ketentuan
lain seperti harus bisa membuat step sape
• Gaji
- Rp 250.000/pertemuan
• Struktur Organisasi
-
CEO/Owner:
Ibu Wiwied
-
Istruktur:
Ibu Wiwied
• Training/introduction
-
Menguasai
literarur internship
-
Mampu
menerjemahkan/menuangkan gerakan dalam sebuah step sape
• Management Training/Personal development
- Dilatih dalam kurun waku 6 bulan, sebelumnya sudah memiliki
sertifikat sehingga pelatihan hanya untuk mendalami saja.
FINANCE
Harga permainan bowling atau billiard di kaza yaitu :
Bowling : 27.500 (hari biasa), 33.000 (hari sabtu – minggu)
Billiard : 20.000 (jam 10.00 – 17.00) dan 23.000 (jam 18.00
-00.00)
Standard penggajian kaza
yaitu gaji karyawan diberikan setiap tanggal 10 perbulan. Kontrak karyawan
dilihat dari rajin atau tidaknya karyawan itu.
Fix cost yang harus dibayar
perbulan di kaza yaitu listrik minimal 13 juta perbulan, air, pengurangan
invest dengan mall (tagihan langsung lewat manajemen mall)
Variable cost kaza bowling
yaitu saat ada promo – promo untuk permainan bowling atau billiard.
Investment kaza yaitu sewa
tempat dengan pihak mall minimal 1 periode (5 tahun) dan sekarang kaza sudah
berjalan 6 tahun atau 2 periode.
ADMINISTRATION
sistem otomatis di komputer.
SALES AND MARKETING
Marketing strategi kaza
bowling yaitu menjadikan tempat tersebut sebagai tempat untuk turnamen bowling
ibu – ibu bhayangkari.
Sales strategi kaza bowling
yaitu menggunakan sosial media sebagai media promosi.
Terget customer kaza bowling
merupakan orang umum, mahasiswa (terutama pada hari sabtu dan minggu) dan kaza
sendiri bekerja sama dengan sekolah – sekolah melalui eskul bowling.
Cara Kaza Bowling mendapatkan customer dengan mempromosikan
melalui sosial media, mengadakan turnamen – turnamen seperti tiap pada bulan
Maret terapat turnamen walikota sudah 3 tahun berturut – turut, turnamen
bhayangkari se-Jawa Timur
HUMAN RESOURCE
Struktur organisasi kaza
sendiri dari pusat PT. Pratama Sempurna Sport langsung ke pihak manajer.
Proses recruitmen karyawan di kaza itu 15 karyawan pertama di
interview dan mebuat kontrak. Training harus mengerti tentang mesin bowling,
bola didresesing dan 1 bulan sekali bola dicuci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar